Forum Komunikasi Ustadzah
Kantor FKU
Sabtu, 24 Maret 2012
Jangan Tinggalkan Sholawat
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. 33:56)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
Artinya : apabila kamu mendengar adzan maka katakanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzdzin, kemudian bershalawatlah atasku, karena barang siapa yang bershalawat atasku satu kali, maka Allah akan bershalawat atasnya sepeluh kali, kemudian mohonlah kepada Allah untukku wasilah karena wasilah adalah kedudukan di surga yang tidak layak kecuali bagi seorang hamba dari hamba-hamba Allah dan saya sungguh berharap menjadi orang yang mendapatkannya, dan barang siapa memohonkan untukku wasilah maka dia akan mendapatkan syafa'at. HR. Muslim.
Sesungguhnya dari hari-hari kalian yang paling utama adalah hari jum'at, di hari itu Adam 'alaihis salam diciptakan, dan di hari itu dia meninggal, dihari itu ditiupnya sangkakala ( tiupan pertama yang pada waktu itu alam semesta menjadi hancur ), di hari itu terjadi matinya semua makhluq ( kecuali yang dihendaki Allah ), oleh karena itu perbanyaklah shalawat atasku pada hari itu, karena shalawat kamu ditampakkan kepadaku. Para sahabat berkata : wahai utusan Allah ! bagaimana ditampakkan kepadamu shalawat kami, palahal engkau sudah hancur luluh ? maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab : Sesungguhnya Allah mengharamkan kepada bumi jasad para nabi shallallahu 'alaihim wasallam. HR. Abu Daud, dan telah dishahihkan oleh An-Nawawi dalam kitab Riyadhus shalihin, dan Syaikh Albani dalam shahihil Jami'. 2212
Tiada seorangpun yang mengucapkan salam kepadaku kecuali Allah mengembalikan kepadaku ruhku sehingga aku membalas salam tersebut. HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh An-Nawawi dan Albani dalam kitab shahih al-Jami' 5679.
Syeh Ali Sering Sekali Mengingatkan kita dengan Hadist dibawah ini :
Celakalah orang yang aku disebut padanya, lalu dia tidak mengucapkan shalawat atasku. HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Albani dalam kitab shahih Al-Jami' 3510
Syeh Bilang : Jika ketika kita mendengar Nama Nabi Mahammad disebut dimanapun kita berada dan mendengarnya maka bersyalawatlah, Shallallahu Alaihi Wassalam (@Kumpulan Tausiah Syeikh Ali)
Sabtu, 16 Juli 2011
Rabu, 16 Februari 2011
Filosofi Pohon Kurma
Event : Pengajian Masjid Raya Bani Umar
Tanggal : 11 Januari 2011
Pembicara : Ustadzah Mufida
Tema: Filosofi Pohon Kurma
Qs Ibrahim : 24-25
Tidakkah kamu kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,
pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabbnya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.
--
Ucapkan kalimat yang baik, seperti filosofi pohon kurma
Apabila kita mendengarkan ayat ayat Al Quran, mari kita dengarkan agar kita mendapatkan rahmat
Qs Al A'raf : 204
Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.
--
1. Akarnya kuat : orang yang beriman itu kuat terhadap ujian dan cobaan
Hindari hal hal yang menggoyahkan iman baik disebabkan karena
a. situasi dan kondisi
b. salah dalam memilih teman
- teman itu adalah orang yang berkata benar, bukan orang yang membenarkan perkataan kita, teman adalah orang yang bisa menambah iman kita, teman adalah orang yang membuat kita makin mengingat Allah, teman adalah orang yang mengarahkan kita kepada kebaikan
Doa agar istiqomah di jalanNya :
Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam senantiasa membaca doa: "Yaa Muqollibal qulub tsabbit qolbi 'ala diinik" “Ya (Allah) yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku atas agamamu
Apabila kita hendak melakukan kebaikan, sebaiknya jangan ditunda tunda
Perbaharui iman dengan kalimah “Laa ilaha Illallah”
Didalam salah satu hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw pernah bersabda: “Perbaharuilah imanmu”. Ketika itu para sahabat kemudian bertanya: “Yaa.. Rasulullah, bagaimanakah caranya memperbaharui iman kami ?”, Seraya Rasulullah saw menjawab: “Hendaklah kalian memperbanyak ucapan LAA ILAHA ILLALLAH” (HR. Ahmad, Thabrani, Al-Hakim dan Abu Dawud)
Manusia digiring di padang mahsyar sesuai dengan golongannya
Qs Zalzalah : 6
Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.
---
Hadist Rasulullah SAW, "Setiap istri yang meninggal dunia dan diridhai oleh suaminya, maka ia masuk surga." (HR At-Tirmidzi)
Hati yang bersih adalah penolong kita
Qs Asy Syura : 88-89
(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,
---
2. Cabangnya banyak dan menjulang keatas
Mari perbanyak kebaikan dan jangan menyekutukan Allah
Qs Al Kahfi : 110
Katakanlah: Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: Bahwa sesungguhnya Ilah kamu itu adalah Ilah Yang Esa. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Rabb-nya.
Pintu pintu surga :
Ibnu Abbas ra. Berkata: Rasulullah SAW. bersabda: Surga mempunyai 8 buah pintu; Pintu yang pertama untuk para Nabi, para rasul, para syuhada dan para dermawan. Pintu kedua untuk orang yang menjalankan shalat denganmenyempurnakan syarat rukunya, Pintu ketiga untuk orang yang seallu memberikan kewajiban zakatnya, Pintu keempat untuk orang yang amr maruf nahi munkar(mengajak pada kebajikan dan mencegah kemungkaran). Pintu kelima untuk orang yang tidak pernah mengumbar hawa nafsu dan syahwatnya.pintu keenam untuk orang yang menjalankan ibadah haji dan umrah. Pintu ketujuh untuk orang yang jihad fi sabilillah(berjuang di jallan Allah). Dan pintu kedelapan untuk orang yang takut kepada Allah serta ahli berbuat amal kebajikan.
Perempuan ahli surga ciri cirinya :
1. Wanita yang taat kepada Allah, Rasulullah, suaminya
2. Menjaga kehormatan dan kemaluannya
3. Qonaah dengan rezeki yang sudah didapatkan suami
4. Apabila ditinggal meninggal suaminya (meninggal) dia mampu membesarkan anak anaknya
Perbuatan mencuri shalat
Rasulullah Saw bersabda Seburuk-buruknya pencuri adl orang yg mencuri shalatnya. Berkata Abu Hurairah Radhiyallahu ’anhu Bagaimana dia mencuri shalatnya?” Beliau bersabda Dia tidak menyempurnakan ruku’nya dan sujudnya” HR. Ath- Thabrani
Bulatkan tekad : shalat kita, hidup kita, mati kita hanya kepada Allah Swt
Qs 6:162
Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam,
---
Tips agar ikhlas dalam bersedekah : Tangan kanan memberi, tangan kiri tidak boleh tahu
Qs Al Baqarah : 264
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.
---
Rasulullah saw. bersabda: Dari Abu Ubaidah bin Jarrah ra berkata, Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang menginfakkan kelebihan hartanya di jalan Allah swt., maka Allah akan melipatgandakannya dengan tujuh ratus (kali lipat). Dan barangsiapa yang berinfak untuk dirinya dan keluarganya, atau menjenguk orang sakit, atau menyingkirkan duri, maka mendapatkan kebaikan dan kebaikan dengan sepuluh kali lipatnya. Puasa itu tameng selama ia tidak merusaknya. Dan barangsiapa yang Allah uji dengan satu ujian pada fisiknya, maka itu akan menjadi penggugur (dosa-dosanya).” (HR. Ahmad)
Manusia digiring bersama ketika akan memasuki neraka dan surga
Qs Az Zumar : 71-73
Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka telah sampai ke neraka itu dibukakan pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Rabbmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini? Mereka menjawab: Benar (telah datang). Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir
Dikatakan (kepada mereka): Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.
Dan orang-orang yang bertaqwa kepada Rabbnya dibawa ke surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: Kesejahtera (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya
---
3. Buahnya ringan namun menyehatkan
Jangan sampai kita memasukkan benda subhat kedalam tubuh kita, apalagi benda yang haram
4. Getahnya bening
Menyempurnakan amal itu dengan hari yang bersih / tulus / ikhlas
Doa agar hati kita bersih
Qs Ali Imran : 8
(Mereka berdoa): Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)
---
Ciri ciri orang yang gila :
Qs Qalam : 6-14
siapa di antara kamu yang gila.
Sesungguhnya Rabbmu, Dialah Yang Paling Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dia-lah Yang Paling Mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah).
Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu).
Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina
yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah,
yang sangat enggan berbuat baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa,
yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya,
karena dia mempunyai (banyak) harta dan anak.
---
Allah tidak melihat wajah / fisik kita melainkan hati kita
Fikih menemukan barang :
Menemukan barang temuan yang hilang dari pemiliknya berbeda hukumnya dengan menemukan harta karun peninggalan masa kerajaan di zaman dahulu. Barang temuan di dalam fiqih Islam termasuk bab luqathah.
Secara hukum, barang milik orang lain yang tercecer atau hilang itu masih tetap hak milik si empunya, bukan milik si penemu. Maka jangan sekali-kali kita sebagai orang yang menemukan barang yang tercecer ini tiba-tiba merasa berhak untuk mengambil dan memiliki. Bahkan meski untuk disedekahkan atau diberikan kepada masjid, anak yatim atau fakir miskin. Sebab harta itu sebenarnya milik orang lain, bukan harta milik kita. Ini adalah sebuah kekeliruan pandangan yang mesti diluruskan dari cara pandang kita.
Barang orang yang hilang harus dikembalikan kepada yang punya. Dan upaya untuk bisa menemukan si pemilik yang telah kehilangan hartanyaadalah sebuah ibadah tersendiri yang tentunya mendatangkan pahala.
Sebaliknya, mengambil apalagi sampai merasa memiliki barang yang hilang itu adalah tindakan dosa yang termasuk mengambil hak milik orang lain dengan cara yang batil.
Syariat Islam telah mengatur tentang bagaimana tindakan yang harus diambil dalam masalah ini. Ada 2 kemungkinan tindakan yang bisa diambil manakala seseorang menemukan barang yang hilang.
Pertama: Diambil
Seorang muslim boleh mengambil barang yang ditemukannya tercecer di suatu tempat, dengan dua syarat:
1. Tujuannya bukanuntuk memiliki namun untuk menjaganya dari kerusakan, kemusnahan atau kemungkinan jatuh ke tangan yang tidak bertanggung-jawab.
2. Dirinya adalah orang yang punya kemampuan baik secara sifat amanah maupun secara teknis untuk memelihara dan menjaga barang tersebut.
3. Setelah diambil maka segera diumumkan kepada publik bahwa telah ditemukan suatu barang dan kepada pemiliknya untuk segera mengambilnya.
Sehingga mengambil barang yang hilang dalam hal ini merupakan amal baik, yaitu menjaga harta milik seorang muslim dari kerusakan dan kepunahan.
Apabila dalam waktu satu tahun, pemiliknya tidak segera muncul mengambilnya, maka dia boleh menggunakan barang itu atau memilikinya, namun harus menyiapkan uang pengganti sesuai nilai nominal barang itu.
Kedua: Tidak Diambil
Sebaliknya, seandainya semua syarat di atas tidak terpenuhi, maka sebaiknya tidak usah diambil saja. Biarlah saudara muslim yang lain yang melakukan pengambilan harta dan barang luqathah.
Menggunakan Harta Luqathah
Untuk alasan tertentu selama pemilik asli barang temuan itu belum datang mengambil, ada celah untuk boleh memanfaatkannya. Namun yang namanya memanfaatkan bukan berarti memilikinya.
Misalnya, bila barang temuan itu termasuk barang yang mudah rusak, seperti makanan yang mudah basi, maka boleh hukumnya untuk dimakan, namun harus disiapkan sejumlah uang untuk menggantinya bila pemiliknya meminta.
Sedangkan bila bentuk harta itu adalah uang tunai, boleh saja digunakan untuk membayar suatu keperluan, namun dengan syarat bahwa uang itu siap diganti kapan saja saat nantipemiliknya datang.
Tubuh kita menjadi saksi bagi hari hisab
Qs Yasin : 65
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksian kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.
Posted by Sri Wahyuningsih at 16:50
Orang-Orang Yang Dirindukan Surga
Event : Pengajian Masjid Raya Bani Umar
Tanggal : 1 Februari 2011
Pembicara : Ustadzah Hj Jundah
Tema: Orang Orang Yang Dirindukan Surga
Golongan 1 : Orang yang membaca, mempelajari, memahami, menghayati, mengamalkan Al Quran
Mengapa kita harus mempelajari Al Quran ?
1. Karena Al Quran bukan bahasa kita sendiri melainkan bahasa arab
Mempelajari Al Quran panduannya mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, Bagaimana membaca hurufnya, bagaimana membaca panjang pendeknya, bagaimana cara melagukannya (Dibutuhkan suara yang bagus dan nafas yang panjang), mempelajari terjemahannya/tafsirnya
Apabila kita mendengarkan ayat Al Quran, maka diam agar mendapatkan rahmat
Qs Al A'raf : 204
Dan apabila dibacakan Al Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat.
---
2. Karena mempelajari Al Quran itu sangat disarankan Rasulullah.
Sebelum kita memulai aktivitas, awali dengan basmalah
Qs An Naml : 30
...Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
---
sifat Ar Rahman artinya Allah SWT sebagai sumber kasih sayang.
Ar-Rahim artinya menyayangi.
Bersyukur kepada Allah adalah bukti kita menunjukkan sikap penghambaan kita
Qs An Naml : 40
...Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Rabbku Maha Kaya lagi Maha Mulia.
---
Doa Nabi Ibrahim agar diberikan anak yang sholeh
Qs As Shaffat : 100
Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.
---
Apabila kita memberikan sesuatu kepada orang lain, jangan mengeluarkan perkataan yang menyakitkan hati penerima, jangan riya
Qs Al Baqarah : 263-264
Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena ria kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir."
"Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat
---
Jangan sampai putus asa / bersedih karena Allah bersama kita
Qs At Taubah :40
... Janganlah berduka cita, sesungguhya Allah bersama kita...
---
Aku tinggalkan utk kalian 2 perkara. Kalian tdk akan sesat selama berpegangan dengannya, yaitu AlQuran dan sunnah Rasulullah SAW - HR Muslim
---
Doa Nabi Ibrahim selama membangun ka'bah
Qs Al Baqarah : 125-129
Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: Bersihkanlah rumah-ku untuk orang-orang yang thawaf, yang itikaf, yang ruku, dan yang sujud.
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: Ya Rabb-ku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: Dan kepada orang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah beserta Ismail (seraya berdoa): Ya Rabb kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Ya Rabb kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak-cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
Ya Rabb kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (Al-Quran) dan hikmah serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
---
“Barang siapa tiada bermursyid (guru pembimbing) maka mursyidnya adalah setan.” (Ihya Ulumuddin)
Golongan 2 : Orang yang Memelihara Lidah
Dari Ibn abbas, Rasulullah bersabda: “Neraka telah diperlihatkan kepadaku, ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita yang kufur. Apakah mereka kufur kepada Allah? jawabnya : mereka kufur kepada suaminya dan mengingkari (kufur) kebaikan yang engkau berikan kepada mereka, yang ketika mereka melihat sesuatu (kesalahan) padamu mereka (istri yang kufur) itu berkata aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan darimu.”
Golongan 3: Orang yang Punya sifat kasih sayang kepada 8 asnaf yaitu fakir, miskin, amil, muallaf, hamba sahaya, gharimin, fisabilillah, ibnu sabil
Fakir adalah orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya.
Miskin adalah orang yang memiliki pekerjaan namun gajinya tidak mencukupi untuk kebutuhan hidupnya
Berbuat baik, jangan riya :
Qs An Nisa : 36
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.
---
Qs Al Baqarah : 83
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling
---
Golongan 4 : Orang yang berpuasa
QS Al Baqarah : 183-184
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.
(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka jika di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
---
Cara menghilangkan amarah :
1. Istighfar
QS Muzammil : 20
Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
---
2. Injak jempol kaki kiri dengan kaki kanan kita
3. Berpikir [ositif kepada Allah
Qs An Nisa : 19
... Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.
---
Qs Al Baqarah : 216
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”
---
Mari menjadi muslim yang keseluruhan
Qs Al Baqarah : 208
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu
Posted by Sri Wahyuningsih at 20.44
Selasa, 21 Desember 2010
Hari Ibu

Kala yang lain terlelap
Kutahu kau tak pernah terlena
Pikiran, hati, jiwa, dan emosiku selalu bekerja demi masa depanku
Kau selalu berpacu dengan waktu
Karena kau yakin, tanpa itu bisa jadi
aku terlindas oleh jaman yang semakin keras
Andai aku bisa, ibu
Kan kubalas segenap cinta dan kasihmu
Andai aku mampu, ibu
Kan kupersembahkan seterang kilauanmu,
sehangat dekapanmu, setulus kasihmu,
dan sebijak nasihatmu
Ya Illahi
Sejahterakanlah bunda,umi,mama,ibu
Karena Beliaulah, pelangi dan matahariku
Hari ini kuhaturkan dengan tulus padamu.
I Love You Mom,
I LOve You Bunda,,,,,
Rabu, 08 Desember 2010
1 Muharram 1432 H
Umur adalah nikmat yang diberikan Allah pada kita, dan jarang kita syukuri. Betapa banyak orang yang kita kenal, baik teman, sahabat , keluarga, guru, atau siapa pun yang kita kenal, tahun lalu masih hidup bersama kita. Bergurau, berkomunikasi, mengajar, menasehati atau melakukan aktifitas hidup sehari-hari, namun tahun ini dia telah tiada. Dia telah wafat, menghadap Allah Suhanahu wa ta’ala dengan membawa amal shalehnya dan mempertanggungjawabkan kesalahannya. Sementara kita saat ini masih diberi Allah kesempatan untuk bertaubat, memperbaiki kesalahan yang kita perbuat, menambah amal shaleh sebagai bekal menghadap Allah.
Umur yang kita hitung pada diri kita seringkali kita tetapkan berdasarkan hitungan kalender Masehi. Dan hitungan atau jumlah usia kita tentu akan lebih sedikit bila dibandingkan dengan hitungan yang mengacu pada kalender hijriyah. Sementara, lepas dari masalah ajal yang akan datang menjemput sewakatu-waktu, terkadang kita menganggap usia kita yang dibanding Rasulullah saw. yang wafat pada usia 63 tahun, kita merasa masih jauh dari angka itu. Padahal bisa jadi hitungan umur kita telah lebih banyak dari yang kita tetapkan. Karena itu sangat tidak layak apabila seseorang yang masih diberi kesehatan, kelapangan rizki dan kesempatan untuk beramal lalai bersyukur pada Allah dengan mengabaikan perintah-perintahNya serta sering melanggar larangan-laranganNya.
”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan".
(QS. Al Hasyr: 18)
Ayat ini memperingatkan kita untuk mengevaluasi perbuatan yang telah kita lakukan pada masa lalu agar meningkat di masa datang yang pada akhirnya menjadi bekal kita pada hari kiamat kelak.
Rasulullah saw bersabda : "Orang yang cerdas adalah orang yang menghitung-hitung amal baik (dan selalu merasa kurang) dan beramal shaleh sebagai persiapan menghadapi kematian".
Dalam sebuah atsar yang cukup mashur dari Umar bin Khaththab ra beliau berkata :
"Hitunglah amal kalian, sebelum dihitung oleh Allah"
Sabtu, 26 Juni 2010
RAHASIA SHOLAT DHUHA

RAHASIA SHOLAT DHUHA
Sholat Dhuha hukumnya sunah muakkad. Oleh karenanya, siapa saja yg ingin memperoleh pahala dan keutamaannya silahkan mengerjakan dan tidaklah berdosa apabila meninggalkannya. Namun Rasulullah saw senantiasa mengerjakan sholat Dhuha.
Rasulullah adalah teladan utama dalam segala hal. Beliau tidak akan mewasiatkan atau memerintahkan sesuatu sebelum mengerjakannya. Demikian pula dengan sholat Dhuha.
Menunaikan sholat Dhuha selain sebagai wujud kepatuhan kepada ALLAH dan Rasul-NYA, juga sebagai perwujudan syukur dan takwa kepada kepada ALLAH karena ALLAH Maha Hikmah. Apapun amal ibadah yang disyariatkan akan mengandung banyak keutamaan dan hikmah.
Dan di antara keutamaan dan hikmah dari sholat Dhuha adalah sebagai berikut :
1. Sholat Dhuha adalah Sedekah
Rasulullah bersabda, “ Setiap ruas dari anggota tubuh di antara kalian pada pagi hari, harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan semua itu dapat disepadankan dengan mengerjakan sholat Dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim dari Abu Dzar)
Dalam diri manusia terdapat tiga ratus enam puluh ruas tulang, hendaklah ia mengeluarkan satu sedekah untuk setiap ruas itu. Para sahabat bertanya, “Siapa yang mampu mengerjakan hal tersebut wahai Nabi ALLAH?” Nabi berkata, “Dahak di masjid yang engkau pendam, suatu aral yang engkau singkirkan dari jalan. Jika kamu tidak mendapatkan sesuatu yang sepadan, cukuplah bagimu sholat Dhuha dua rakaat.”
(HR. Abu Daud dan Ahmad dari Abu Buraidah)
2. Sholat Dhuha sebagai Investasi Amal Cadangan
Sholat adalah amal yang pertama kali diperhitungkan pada hari Kiamat. Sholat juga merupakan kunci semua amal kebaikan. Sholat sunah -termasuk- sholat Dhuha merupakan investasi atau amal cadangan yg dapat menyempurnakan sholat fardhu (wajib).
Rasulullah saw bersabda,
Sesungguhnya yang pertama kali dihisab pada diri hamba pada hari kiamat dari amalannya adalah sholatnya. Apabila benar (sholatnya) maka ia telah lulus dan beruntung, dan apabila rusak (sholatnya) maka ia akan kecewa dan rugi. Jika terdapat kekurangan pada sholat wajibnya, maka ALLAH berfirman, “Perhatikanlah, jikalau hamba-KU mempunyai sholat sunah maka sempurnakanlah dengan sholat sunahnya sekedar apa yang menjadi kekurangan pada sholat wajibnya. Jika selesai urusan sholat, barulah amalan lainnya.” (HR. Ash-habus Sunan dari Abu Hurairah RA)
3. Ghanimah (Keuntungan) Yang Besar
Rasulullah bersabda,
Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash, ia berkata, “Rasulullah saw mengirim pasukan perang. Lalu pasukan itu mendapatkan harta rampasan perang yang banyak dan cepat kembali (dari medan perang). Orang-orang pun (ramai) memperbincangkan cepat selesainya perang, banyaknya harta rampasan, dan cepat kembalinya mereka. Makam Rasulullah saw bersabda, “Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang lebih cepat selesai perangnya, lebih banyak (memperoleh) harta rampasan, dan cepat kembali (dari meda perang)? (Yaitu) orang yang berwudhu kemudian menuju masjid untuk mengerjakan sholat sunah Dhuha. Dialah yang lebih cepat selesai perangnya, lebih banyak (memperoleh) harta rampasan, dan lebih cepat kembalinya.” (HR. Ahmad)
4. Dicukupi Kebutuhan Hidupnya
Orang yang gemar melaksanakan sholat Dhuha karena ALLAH, akan dberikan kelapangan rezeki oleh ALLAH. Rasulullah saw menjelaskan daam hadits Qudsi dari Abu Darda’ bahwa ALLAH berfirman:
Wahai anak Adam, rukulah (sholatlah) karena AKU pada awal siang (sholat Dhuha) emapt rakaat, maka AKU akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore. (HR. Tirmidzi)
5. Pahala Haji dan Umrah
Rasulullah bersabda,
Barangsiapa yang sholat Shubuh berjamaah kemudian duduk berzikir untuk ALLAH sampai matahari terbit kemudian (dilanjutkan dengan) mengerjakan sholat Dhuha dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, sepenuhnya, sepenuhnya, sepenuhnya. (HR. Tirmidzi)
6. Diampuni Semua Dosanya Walau Sebanyak Buih di Laut
Rasulullah bersabda,
Barangsiapa yang menjaga sholat Dhuha, maka dosa-dosanya akan diampuni walau sebanyak buih di lautan.
(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)
7. Istana di Surga
ALLAH akan membangun istana di surga bagi orang yang gemar sholat Dhuha. Rasulullah bersabda,
Barangsiapa shalat Dhuha dua belas rakaat, maka ALLAH akan membangun istana dari emas di surga.
(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Demikian beberapa keutamaan dan hikmah dari sholat Dhuha yang diambil dari hadits. Semoga menjadi motivas bagi kita semua agar lebih memperhatikan sholat Dhuha dan membiasakan sholat Dhuha.
Rabu, 28 April 2010
Konsep Iman dan Kufur Menurut Aliran Teologi Islam (Suatu Analisa Perbandingan) Part 1
Agenda persoalan yang masalah pertama-tama timbul dalam theologi Islam adalah masalah Iman dan kufur. Persoalan tersebut pertama kali dimunculkan oleh kaum khawarij ketika mencap kafir sejumlah tokoh sahabat Nabi SAW yang mereka pandang telah melakukan dosa besar, seperti Ali bin Abi Thalib, Muawiyah bin Abi Supyan, Abu Musa Al-Asy’ari, Amer bin Al- Ash, Thalhah bin Ubaidillah. Zubair bin Awwam dan Aisyah istri Rasulullah SAW[1].Masalah ini kemudian dicuatkan oleh golongan khawarij bahwa setiap pelaku dosa besar adalah kafir.
Pernyataan theologi khawarij seperti itu selanjutnya menjadi bahan perbincangan dalam setiap diskursus aliran-aliran theology Islam yang tumbuh kemudian seperti aliran Murji’ah, Mu’tazilah, Asy’ariyah dan Maturidiyah turut ambil bagian dalam polemik teresbut, dan tidak jarang didalam masing-masing aliran tersebut terdapat lagi nuansa perbedaan antara pengikutnya.
Tulisan ini dimaksudkan untuk mengungkapkan diskursus yang berkembang dalam pemikiran aliran-aliran theologi Islam itu, dikhususkan masalah konsep Iman dan kufur serta status pelaku dosa besar. Pertanyaan utamanya adalah bagaimana status orang yang melkukan dosa besar?, apakah ia masih dimasukkan sebagai orang yang beriman atau kafir?, konsep pokok apa saja yang menjadi inti konsep iman? Dan lainnya.
IMAN DAN KUFUR DALAM ALIRAN THEOLOGI
Konsep iman dan kufur menurut perbincangan aliran theologi Islam seperti yang terlihat dalam berbagai literatur ilmu kalam, acapkali lebih menitik beratkan pada satu aspek saja dari dua term; “iman atau kufur”. Ini dapat dipahami, sebab kesimpulan tentang konsep iman bila dilihat kebalikannya, juga berarti kesimpulan tentang konsep kufur.
Menurut Hasan Hanafi, setidaknya ada empat istilah kunci biasanya dipergunakan oleh para theology Muslim dalam membicarakan konsep iman[2], yaitu :
- Ma’rifah bi al-aql; mengetahui dengan akal
- Amal; perbuatan baik atau patuh
- Iqrar; pengakuan secara lisan dan
- Tasdiq; membenarkan dalam hati
Keempat istilah kunci tersebut terdapat dalam hadits Rasul SAW yang
diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Said Al-Khudri, yang artinya:
“Barang siapa diantaramu yang melihat (ma’rifah) kemungkaran, maka hendaklah kamu mengambil tindakkan fisik, jika engkau tidak kuasa, maka rubahlah dengan ucapanmu, jika dengan itupun engkau tidak mampu melakukannya, maka lakukanlah dengan kalbumu (akan tetapi yang terakhir) ini merupakan iman yang paling lemah.” Uraian dibawah ini merupakan tentang konsep iman dan kufur serta status pelaku dosa besar menurut masing-masing aliran theologi Islam.
A. Aliran Khawarij
Sebagai sebuah aliran yang lahir dari peristiwa politk, maka pendirian theologi Khawarij terutama yang brkaitan masalah iman dan kufur sebenarnya lebih bertendensi pada masalah politis ketimbang ilmiah teoritis. Kebenaran ini tidak dapat disangkal, karena seperti yang telah diungkapkan dalam sejarah Khawarij yang mula-mula memunculkan persoalan theologis seputar makalah “ Apakah Ali dan pendukungnya ialah kafir atau masih tetap mukmin?, Apakah Mu’awiyah dan pendukungnya masih tetap mukmin atau telah menjadi kufur?” Jawaban dari pertanyaan ini yang kemudian menjadi pijakan dasar dari theologi mereka. Dalam hal ini mereka berpendapat, karena Ali dan Mu’awiyah telah melakukan tahkim maka mereka telah melakukan dosa besar dan semua pelaku dosa besar ( murtakib al-kabirah), menurut semua sub sekte aliran khawarij adalah kafir dan disiksa selama-lamanya di dalam neraka kecuali sekte Najdah.
Lain halnya dengan Azariqah, mereka tidak menggunakan kafir pada mereka yang melakukan dosa besar. Istilah yang mereka gunakan adalah musyrik bagi siapa saja umat islam yang tidak mau bergabung dengan mereka. Sedangkan bagi pelaku dosa besar dalam pandangan mereka telah beralih status menjadi kafir millah (agama), dan itu berarti mereka telah keluar dari agama islam serta kelak dalam neraka bersama-sama orang kafir lainnya.[3]
Najdah tidak jauh berbeda dengan Azariqah kepada umat islam yang tidak mau bergabung ke dalam kelompok mereka, maka predikat yang sama disandangkan pula oleh Najdah kepada siapapun umat islam yang secara terus menerus mengerjakan dosa kecil.[4]
Iman dalam pandangan Khawarij, tidak semata-mata percaya kepada Allah. Akan tetapi mengerjakan segala perintah kewajiban agama juga merupakan bagian dari keimanan.
Tepatnya iman bagi Khawarij merupakan pembenaran dalam hati, diucapkan dengna lidah dan dilakukan dengan perbuatan. Oleh karena itu segala perbuatan yang bersifat keagamaan, adalah merupakan bagian dari keimanan, maka logikanya siapapun yang menyatakan dirinya beriman kepada Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul-Nya tetapi tidak melakukan kewajiban agama bahkan melakukan perbuatan dosa, oleh Khawarij telah dipandang sebagai kafir[5].
Lain halnya dengan sub sekte Khawarij yang moderat yaitu kelompok Ibadiyah memiliki pandangan yang berbeda dengan kelompok Azariqah dan An-Najdah, baginya setiap pelaku dosa besar adalah mukmin yaitu sebagai muwabid (yang mengesakan Tuhan), tetapi bukan mukmin. Pendeknya ia tetap disebut kafir, hanya merupakan kafir nikmat dan bukan kafir millah (agama)[6].
Mengenai perbuatan apa saja yang dapat dikategorikan sebagai dosa besar dan dapat membawa kekufuran. Agaknya Khawarij tidak menjelaskan secara konseptual, kecuali sekte supriyah. Sekte ini memilah dosa besar menjadi dua bagian.
Pertama. Dosa yang ada hukumannya didunia seperti zina; kedua, dosa yang tidak ada hukumannya didunia seperti meninggalkan shalat dan puasa. Pelaku dosa besar yang pertama tidak dipandang kafir, tetapi pelaku dosa besar yang kedua dengan mereka anggap telah menjadi kafir[7]. Khawarij cenderung menyamaratakan semua perbuatan dosa sebagai dosa besar yang menggiring kepada kekufuran. Dalam paham mereka lebih banyak tertuju pada sangsi langsung bagi seseorang yang melakukan dosa besar.
Hal ini dapat dimengerti karena perbuatan merupakan unsur terpenting dalam konsep iman menurut Khawarij. (BERSAMBUNG)
[1] Ahmad Amin, Fajr Al-Islam, (Kairo: Maktabah Al-Nahdah Al-Misriyyah, 1971), cet.ke-9,h.
[2] Hasan Hanafi, Min al Aqidah ila al-saurah, Maktabah Madbula, bagian ke-5
[3] Muhammad ibn ‘Abd al-karim al-Syahratsani, Al-Milal wa Al-Nihal, (Mesir. Mustofa al-Bab al-Halabi wa awladuh,1967), Juz 1,h.118, 122
[4] Ibid, h. 124
[5] Ahmad Amin, op. cit, h. 259
[6] Al-Syahsatsani, op. cit, h. 134-135
[7] Ibid, h. 101
Kamis, 22 April 2010
Abu Nawas dalam Syairnya
Akan tetapi, akupun tidak sanggup jika di neraka
Terimalah taubat dan ampunilah dosaku
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun Lagi Maha Agung
Tuhanku... Hamba-Mu yang berdosa ini mengharap kepada-Mu
Mengakui segala kealpaan dan dosa...
Dan sekarang memohon kepada-Mu
Dosa-dosa ku laksana butiran pasir
Maka terimalah Taubat ku, Wahai Zat yang Maha Agung
Usiaku semakin hari,semakin berkurang
Sedangkan dosa-dosaku bertambah... Lalu bagaimana aku harus menanggungnya
Andai saja Engkau mengampuniku, maka memang hanya engkau yg patut untuk itu
Akan tetapi, jika Engkau menolaknya, maka Kepada siapa lagi aku harapkan selain-Mu.
Selasa, 20 April 2010
Sabtu, 17 April 2010
Pengalaman ku Berdawah di Negara Kincir Angin

BERDAKWAH membina 320 muslim di Kota Denhaag, Belanda adalah pengalaman yang tidak terlupakan bagi Ustadjah Dra. Hj. Jundah Sulaiman Ibrahim MA.
Perempuan paruh baya ini warga Taman Poris Gaga, Kelurahan Poris Gaga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang ini memang dikenal sebagai ustadzah yang juga dosen di Fakultas Dakwah Komunikasi UIN Jakarta.
Pengalaman itu didapatkannya saat Ramadhan 2009, dia diundang Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Belanda untuk membina 320 muslim yang tergabungВ di KBRI maupun umat muslim jamaah Mesjid Al Hikmah di Kota Den Haag. Ini tentu saja sebuah kejutan baginya, maka dia berangkat ke sana.
Selama sebulan penuh setiap harinya Ustadjah Hj. Jundah menggelar pembinaan, mulai pukul 9 pagi sampai menjelang dzuhur kepada 20 jamaah. Lalu dia pun menyampaikan tausyiah di Mesjid Al Hikmah setiap harinya, setelah maghrib dengan 300 jamaah.
Disela-sela waktuВ berdakwah yang disampikan dengan Bahasa Inggris,В Jundah pun menyempatkan diri untuk mendatangi beberapa lokasi wisata hati dengan mengunjungi beberapa mesjid terkenal di beberapa negara tetangga Belanda, di antaranya Jerman, Belgia, Swiss, dan Perancis. Dia pun memperoleh undangan dari Ratu Beatrice di Belanda untuk menghadiri upacara pembacaan undang-undang di negara tersebut.
Perjalanan spritual tersebut bagi dirinya sangat berharga, di mana dia bisa berbagi ilmu dengan umat muslim di sana serta memperoleh tambahan ilmu terkait kajian Islam di sana dengan mengunjungi lokasilokasi beberapa negara tersebut diatas.
Selain berdakwah ke Den Haag Belanda ia pun di tahun 1994 mengikuti perjalanan napak tilas ke negara Spanyol ingin mengetahui sejarah perkembangan Islam di Spanyol.
Perempuan asli Kampung Poris Gaga, kelahiran 3 Maret 1957, memang berbakat dakwah mewarisi bakat kakeknya yang seorang kiai terkenal di Poris. Sewaktu kecil dia bersekolah di madrasah tsanawiyah, lalu ke Pesantren Asyfi’iyah pimpinan Ustadjah Tuti Alawiyah di Jakarta. Untuk mmemperoleh gelar S1 sampai S2 dia melanjutkannya ke UIN Jakarta sampai akhirnya ia pun tercatat sebagai dosen di sana.
Sedangkan terkait cita-citanya ingin memajukan kegiatan dakwah di Kota Tangerang ia pun mendirikan Forum Komunikasi Ustadjah se-Kota Tangerang dengan anggota sekitar 3.000-an ustdjah. Sebagai pendiri FKU dia pun menggelar pembinaan ustadjah anggotanya dengan menggelar pertemuan rutin bulan dan TOT bagi ustadjah bertujuan meningkatkan SDM ustadjah.В
Ustadzah inipun telah menerbitkan buku panduan materi dalam berdakwah yang kini dijadikan panduan para ustdjah untuk berdawah.
Senin, 15 Maret 2010
Tersenyumlah!
Rabu, 17 Februari 2010
Rasulullah SAW Kekasih Allah
Ya rabbi shalli ‘ala Muhammad a’lal wara rutbatan warfa’
Ya rabbi shalli ‘ala Muhammad asmal baraya jahan wa awsa’
Ya rabbi shalli ‘ala Muhammad wa-asluk bina rabbi khayra mahya’
Ya rabbi shalli ‘ala Muhammad wa ‘afina wasyfi kulla muwja’
Ya rabbi shalli ‘ala Muhammad wa ashlihil qalba wa’fu wanfa’
Ya rabbi shalli ‘ala Muhammad wakfil mu’adi wa-asrifhu warda’
Ya rabbi shalli ‘ala Muhammad tahullu fi hishnikal mumanna’
Ya rabbi shalli ‘ala Muhammad rabbi ardla ‘anna ridlakal arfa’
Ya rabbi shalli ‘ala Muhammad waj’al lana fil jinani majma’
Ya rabbi shalli ‘ala Muhammad rafiq bina khayra khalqika ajma’
Ya rabbi shalli ‘ala Muhammad ya rabbi shalli ‘alayhi wa sallim.
Allahumma shalli wa sallim wa barik ‘alayhi wa ‘ala alihi
Suatu saat beberapa sahabat menunggu Rasulullah SAW di masjid Madinah. Mereka berdiskusi soal agama. Sampai pada suatu tema, mereka berbicara tentang topik kelebihan para rasul dan nabi.
Ibnu Abbas RA menuturkan, sebagaimana dicatat Ad-Darami dan At-Tirmidzi dalam kumpulan hadist mereka, ada seorang sahabat berkata, “Sungguh menakjubkan! Allah telah menjadikan Ibrahim sebagai kawan dekat-Nya.”
Yang lain menyahut, “Lebih hebat lagi Allah telah bercakap-cakap secara langsung dengan Musa!”
Sebagian lagi mengutarakan, “Isa sebagai kalimat Allah dan Ruh-Nya.”
Ada lagi yang mengatakan. “Allah telah memilih Adam.”
Pernyataan-pernyata an para sahabat itu telah menimbulkan perbedaan pendapat. Dan mereka belum menemukan kata akhir, siapakah yang lebih dari yang lain. Sementara dalam ayat disebutkan, “Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi itu atas sebagian yang lain.” – QS Al-Isra’ (17):55.
Tanpa disadari para sahabat, ternyata yang dinanti, Rasulullah SAW, sudah berdiri dibelakang mereka. Dan beliaupun sudah mendengar apa yang mereka bicarakan.
Dengan wajah mengepresikan tanya, para sahabat menunggu Nabi bersabda.
Bukan Kesombongan
“Aku telah mendengar apa yang kalian percakapkan dan memaklumi keheranan kalian terhadap keberadaan Ibrahim sebagai kawan dekat Allah, memang begitulah adanya. Terhadap keberadaan Musa sebagai orang yang diajak bercakap-cakap langsung, memang begitulah adanya. Terhadap keberadaan Isa sebagai kalimat dan Ruh-Nya, juga memeng begitulah adanya. Sedang aku adalah kekasih Allah ( Habib Allah ), dan ini bukan kesombongan.”
Beberapa sahabat yang mendengar keterangan, sedikit plong hatinya. Berarti mereka sudah menemukan jawaban atas apa yang mereka perdebatkan.
Nabi SAW melanjutkan, “Aku menjadi pembawa bendera kemulian pada hari kebangkitan, Aku adalah pembela pertama dan orang pertama yang dikabulkan syafa’atnya, dan ini bukan sebuah kesombongan. Aku adalah orang pertama yang mengetuk pintu surga, dan Allah akan membuka pertama kalinya untukku dan mempersilahkan aku memasukinya dengan orang-orang miskin diantara kalian. Aku adalah orang yang paling dimuliakan idi zaman awal dan di zaman akhir, dan sungguh ini bukan sebuah kesombongan.”
Istilah Habib Allah inilah yang sering disebut-sebut dalam syair dan qashidah maulid. Mayoritas ulama berpendapat, kekasih Allah lebih tinggi daripada kawan dekat allah ( Khalilullah ). Salah satunya pendapat Imam Abu Bakar bin Furak, berdasarkan sebuah pendapat ahli kalam, “Khalil mencapai Allah melalui sebuah perantaraan sebagai yang diisyaratkan dalam firman_Nya, “Demikianlah langit dan perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda kekuasaan Kami di langit dan di bumi.” – QS Al-An’am (6):75.
Sementara bagaimana “ Seorang yang cinta” mencapai Allah, diisyaratkan dalam firman-Nya, “…Dia sangat dekat dua ujung busur mata panah atau lebih dekat lagi.”- QS An-Najm (53):9.
Khalil berkata, “Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang yang datang kemudian.” – QS As-Syu’ara (26):84. Sedang kepada orang yang dicintai dikatakan, “Dan Kami tinggikan bagimu sebutan namamu.” – QS Alam Nasyrah (Al Insyirah):4.
Nabi Muhammad SAW dianugerahi sejumlah kemuliaan tersebut tanpa beliau memintanya.
Masih banyak lagi perbandingan yang menguatkan bahwa istilah Habib lebih tinggi dari Khalil. Dalam kehidupan sehari-hari, umumnya, kitapun lebih mengutamakan kekasih kita daripada kawan kita.
Sejumlah keterangan yang telah disampaikan, menurut Qadhi Iyadh bin Musa Al Yahsubi, dalam bukunya yang berjudul “Keagungan kekasih Allah, Muhammad SAW” menunjukkan ketinggian derajat Nabi Muhammad SAW.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

